Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sambutan Masyarakat Labuan Bajo Dingin

Kompas.com - 09/11/2011, 22:40 WIB
Samuel Oktora

Penulis

LABUAN BAJO, KOMPAS.com- Sambutan masyarakat Labuan Bajo, ibukota Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, terkesan dingin saat dimulainya rangkaian acara memeriahkan deklarasi Tujuh Keajaiban Alam Dunia, Rabu (9/11/2011), di Pantai Pede, pukul 15.30 wita.

Kegiatan diawali dengan lomba lari lintas alam 15 kilometer yang berhadiah total Rp 10,7 juta. Lomba lari yang diikuti sekitar 340 peserta dari kalangan pelajar SMP-SMA-SMK sederajat, dan kalangan umum itu dilepas oleh Kepala Dinas Kebud ayaan dan Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat, Paulus Selasa.

Namun saat peserta lomba lari dilepas nyaris tak ada masyarakat yang menonton, dan cuaca juga tak bersahabat, sebab hujan lebat mengguyur.

Dari pengamatan di lapangan suasana kota Labuan Bajo juga tak semarak, misalnya tak ada poster, spanduk atau umbul-umbul yang khusus mengabarkan pagelaran acara tersebut, juga tak ada iklan setidaknya lewat radio, majalah atau pun surat kabar.

Sementara di Pantai Pede, yang menjadi tempat pusat kegiatan juga tak ada sama sekali gebyar spanduk atau umbul-umbul dari pihak sponsor, bahkan hingga Rabu siang, panitia belum rampung menyiapkan tenda-tenda, khususnya bagi peserta pagelaran budaya, maupun untuk perjamuan, dan kursi tamu undangan sekitar 300 orang juga belum ditata.

Yang telah siap kemarin (Rabu) baru panggung dan dekorasinya, sound system, separangkat musik band, dan penerangan. Di lokasi kegiatan juga tak ada tenda-tenda atau stand bagi masyarakat untuk menjual makanan, minuman, atau pun cinderamata untuk memeriahkan acara tersebut.

Masalah lainnya, kondisi di pinggir Pantai Pede dan sekitarnya terlihat kotor, banyak sampah seperti tas plastik, gelas plastik air mineral, botol-botol bir, maupun celana dalam bayi.

"Yang saya dengar cuma ada acara di Pantai Pede, tapi untuk kegiatan apa saya tidak tahu," kata Arif Rahman Rifai, siswa SMK Negeri 1 Labuan Bajo, Rabu, di Labuan Bajo. Namun Arif mengaku telah mengirimkan banyak SMS (pesan singkat) ke nomor 9818, termasuk anggota kel uarganya yang lain untuk mendukung Taman N asional Komodo (TNK) agar dapat memenangkan kontes yang diselenggara kan oleh New 7 Wonders Foundation dari Swiss.

Pujiono, warga Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat juga mengaku sejauh ini tak ada informasi di lingkungan desanya tentang kegiatan untuk memeriahkan pengumuman Tujuh Keajaiban Alam Dunia di Labuan Bajo. Padahal letak rumah Pujiono lebih kurang 1,5 km saja dari Pantai Pede.

"Mungkin karena acaranya mendadak, sehingga pemda kurang persiapan. Masyarakat bisa jadi baru berbondong-bondong ke lokasi pada acara inti atau saat digelar pementasan," ujar Pujiono.

Halaman:
Baca tentang
    Video rekomendasi
    Video lainnya


    Terkini Lainnya

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    komentar di artikel lainnya
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Close Ads
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com